Manusia dikaruniai lisan untuk berbicara. Kata-kata yang baik membawa keselamatan dunia-akhirat, kata-kata yang buruk membawa kesengsaraan bagi diri, baik di dunia maupun akhirat kelak. Bagi mereka yang beriman, lisan yang dikaruniakan Allah itu tidak digunakan untuk berbicara sesuka hati, berbicara sesuatu yang sia-sia. Sebaliknya, ia digunakan untuk mengeluarkan mutiara-mutiara, kata-kata yang mengandung ilmu dan hikmah. Oleh karena itu, diam adalah benteng bagi lidah manusia daripada mengucapkan perkataan yang sia-sia.
Orang yang banyak diam berarti telah menunaikan ibadah tanpa bersusah-payah. Orang yang banyak diam semakin tinggi wibawanya, semakin segan orang kepadanya. Ia berhias tanpa perlu repot membeli perhiasan mahal dan baju yang elok. Ia hebat dan digjaya, tanpa perlu menjadi raja dari sebuah kerajaan.
Orang yang banyak diam ibaratnya telah membangun benteng, kaya tanpa meminta atau diberi, serta tertutupi dari segala aib. Dengan diamnya, timbangan amal kebaikan menjadi berat, timbangan amal keburukan menjadi ringan.
Hadist-hadist Rasullulah SAW mengenai keutamaan diam diantaranya :
"Barangsiapa yang banyak perkataannya, niscaya banyak juga salahnya. Barangsiapa yang banyak salahnya, niscaya banyak juga perbendaharaan dosanya. Dan barangsiapa yang banyak dosanya, niscaya neraka lebih utama bagi dirinya.” ( H.R. Abu Naim)
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (H.R. Bukhari-Muslim)
"Barangsiapa diam maka ia terlepas dari bahaya.” (H.R. Tirmidzi)
Adapun para hukamapun telah berkata :
“Banyak diam bukan pertanda kebodohan, seperti halnya banyak bicarapun bukan pertanda cerdik pikiran. Orang cerdik yang pendiam lebih baik dari orang cerdik yang banyak bicara, orang bodoh yang banyak cakapnya.”
“Menasihati orang yang salah bukanlah sebuah kesalahan. Yang salah adalah banyak memikirkan kesalahan orang lain daripada kesalahan diri.”
“Ketika seseorang mengeluarkan perkataan hina kepada orang lain, yang sesungguhnya tampak hina bukanlah orang yang menjadi tujuan perkataannya. Yang hina justru adalah dirinya sendiri.”
Cara paling ampuh dan mudah dalam menaklukkan setan adalah dengan memperbanyak diam. Diam ketika diri tak mampu berkata-kata baik. Ketahuilah, kata-kata yang baik mencirikan hati yang bersih, jiwa yang hanya bergantung kepada Allah SWT saja.
|
Tas,Dompet. (Home Industri)
Menerima Pesanan dan makloon; Tas,Dompet.Dll.Tinggal Hubungi Aja.Atau SMS 022.77888079 ,wandy, |
|
Facebook kembali berbagi $$ ayo klik
Facebook kembali mengeluarkan aplikasi survey dan bagi sahabat sahabat yang join ikut menyukainya akan mendapatkan Dollar gratis cukup menjadi penggemar saja,Sani Muhmad Ramdan,08180214081 |
|
Mari Belajar Investasi
belajar berinvestasi bersama bossyana, klik di link bossyana on the web ya, ditunggu :),Dadan Rusmawan,085624555391 |
|
Sambil Ngabuburit Cari Jodoh Yuk
Ayo gabung disini tempat berbagi ilmu,motivasi dan solusi serta diskusi seputar pernikahaan,Sani Muhmad Ramdan,081802114081 |
|
T-SHIRT MENYAMPAIKAN FULL COLOR
Tujuan: Kaos ayahara.cybermq.com BERDAKWAH TANPA CERAMAH, "Menyampaikan Walau Satu Ayat" DESAIN: TAARUF, RAMADHAN, AKHIRAT LEBIH BAIK DARI DUNIA FANA, DSB,Mr Anas Ayahara,021 993 67 327 |
| Pasang Iklan Disini |