Al Quran Online
Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:
 
Pencarian Ayat Al Quran
Anda juga bisa menggunakan pencarian Alquran tentang sesuatu (contoh: sholat,zakat,puasa) :
 
 
Cari Artikel
Anda juga bisa mencari Artikel Islam di Pustaka kami berdasarkan keyword yang anda cari, silahkan gunakan form pencarian dibawah ini:

Berkaitan:


Hadits Pilihan
"Wahyu pertama yang diterima Rasulullah adalah mimpi yang benar. Setiap kali beliau bermimpi, mimpi itu datang bagaikan terangnya Subuh. Kemudian beliau sering menyendiri. Biasanya beliau menyepi di gua Hira'. Di sana, beliau beribadah beberapa malam, sebelum kembali kepada keluarganya (istrinya) dan mempersiapkan bekal untuk itu. Kemudian beliau pulang ke Khadijah, mengambil bekal lagi untuk beberapa malam. Hal itu terus beliau lakukan sampai tiba-tiba wahyu datang ketika beliau sedang berada di gua Hira'. Malaikat (Jibril as.) datang dan berkata: Bacalah. Beliau menjawab: Aku tidak dapat membaca. Rasulullah saw. bersabda: Malaikat itu menarik dan mendekapku, hingga aku merasa kepayahan. Lalu ia melepaskanku seraya berkata: Bacalah. Aku menjawab: Aku tidak dapat membaca. Dia menarik dan mendekapku lagi, hingga aku merasa kepayahan. Kemudian ia melepaskan sambil berkata: Bacalah. Aku menjawab: Aku tidak dapat membaca. Dan untuk yang ketiga kalinya ia menarik dan mendekapku sehingga aku merasa kepayahan, lalu ia melepaskanku dan berkata: Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah, yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak ia ketahui. Rasulullah saw. pulang membawa ayat tersebut dalam keadaan gemetar, hingga beliau masuk ke rumah Khadijah seraya berkata: Selimuti aku, selimuti aku! Keluarganya pun menyelimutinya, hingga gemetarnya hilang. Kemudian beliau berkata kepada Khadijah: Hai Khadijah, apa yang telah terjadi denganku? Lalu beliau menceritakan seluruh peristiwa. Beliau berkata: Aku benar-benar khawatir terhadap diriku. Khadijah menghibur beliau: Jangan begitu, bergembirahlah. Demi Allah, Allah tidak akan merendahkanmu selamanya. Demi Allah, sungguh engkau telah menyambung tali persaudaraan, engkau jujur dalam berkata: engkau telah memikul beban orang lain, engkau sering membantu keperluan orang tak punya, menjamu tamu dan selalu membela kebenaran. Kemudian Khadijah mengajak beliau menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza, saudara misan Khadijah. Dia adalah seorang penganut Kristen di masa Jahiliyah. Dia pandai menulis kitab berbahasa Arab dan menerjemahkan kitab Injil ke bahasa Arab, sesuai dengan kehendak Allah. Dia telah tua dan buta. Khadijah berkata kepadanya: Paman, dengarkanlah cerita keponakanmu ini (Muhammad). Waraqah bin Naufal berkata: Hai keponakanku, apa yang engkau alami? Rasulullah saw. menceritakan semua peristiwa yang beliau alami. Mendengar penuturan itu, Waraqah berkata: Ini adalah Namus (Jibril as.) yang dahulu datang kepada Musa as. Seandainya saja di saat kenabianmu aku masih muda. Oh... seandainya saja aku masih hidup pada saat engkau diusir oleh kaummu. Rasulullah saw. bertanya: Apakah mereka akan mengusirku? Waraqah menjawab: Ya, setiap orang yang datang mengemban tugas sepertimu pasti dimusuhi. Jika harimu itu sempat kualami, tentu aku akan membelamu mati-matian"
HR. Aisyah

Pustaka CyberMQ
Dr Surono : Aceh dan Pantai Selatan Jawa Merupakan Satu Sistem

Negeri tercinta kita kembali berduka, Senin sore, 17 Juli 2006 lalu masyarakat di Pantai Selatan Pula Jawa dikejutkan dengan adanya musibah gempa bumi dan tsunami, diantaranya di daerah Pantai Selatan, Kabupaten Ciamis Jawa Barat, tepatnya di Pantai  Pangandaran. Tentunya bencana alam ini mengakibatkan kerugian baik harta, benda maupun korban jiwa. Terkait hal itu, reporter MQ FM berhasil mewancarai Kasubdit Mitigasi Bencana Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dr Surono. Berikut petikan wawancaranya.

Bisa dijelaskan kenapa bisa terjadi bencana di Pantai Selatan sehingga terjadi gempa bumi  dan tsunami?


Di
sebelah selatan Pulau Jawa terdapat pertemuan antara 2 lempeng, yaitu Indo Australia dengan Eurasia, sehingga berpotensi mengakibatkan terjadinya gempa di bawah laut pada 17 Juli 2006. Mekanismenya terjadi secara naik, kemudian ada dua versi pusat gempa bumi tersebut. Ada yang menyebutkan, kedalamannya 33 KM di bawah laut, menurut data dari BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika). Ada juga yang menyebutkan 10 KM di bawah laut menurut  Badan Geologi Amerika.

Menurut BMG kekuatan gempa  6,8 Skala Richter. Dari Badan Geologi Amerika menyebutkan kekuatan gempa 7,7 Skala Richter. Kalau melihat gempa seperti ini, jika gempanya dalam tentunya akan terasa goncangannya dan terjadi  secara meluas. Tetapi gempa ini kemaren tidak terasa meluas. Mungkin di beberapa daerah tidak akan merasakannya. Memang gempa terjadi secara besar, karena mengakibatkan tsunami. Tetapi terjadi dangkal karena tidak dirasakan secara menguat dan luas.

Seperti terjadi di beberapa wilayah, misalnya Ciamis bagian selatan. Bahwa mereka dianjurkan kalau ada gempa bumi kemudian air surut secara tiba-tiba. Harus lari ke perbukitan. Tetapi Banyak masyarakat yang tidak merasakan goncangan gempa bumi. Demikian juga masyarakat di Bandung, hanya beberapa masyarakat yang bertempat tinggal di gedung-gedung yang tinggi, akan merasakan. Tetapi mungkin masyarakat yang biasa  sedikit yang merasakan. Ada suatu keuntungan, wilayah pantai Jawa Barat bagaian selatan, itu pantainya curam, hingga tsunami tidak bisa menjorok jauh masuk ke pemukiman. Selain itu tidak ada sungai besar yang bermuara di Laut Selatan Jawa Barat. Sehingga air  tsunami itu  tidak menyerang melalui sungai yang bermuara di situ. Oleh karena itulah dapat melindungi masyarakat sekitar Pantai Selatan Jawa Barat. Hal ini berbeda sekali dengan yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam kemaren yang berakibat parah sekali.


Yang menarik gempa ini tidak terasa di beberapa daerah dan tempat, bagaimanakah pengaruh  alat pendeteksi gempa dapat merekam kejadian ini? Sampai sejauh mana kepekaan alat tersebut?

Alat gempa memang dapat merekam. Walaupun gempa terkadang tidak dirasakan oleh manusia. Selain itu alat ini belum sempurna untuk dijadikan sistem peringatan dini di Pulau Jawa  bagian Selatan. Sehingga gempa bumi kemaren bisa dideteksi, tetapi tidak bisa dengan cepat untuk bisa di warning kan misal akan terjadi tsunami. Alat memang dapat mendeteksi, apakah gempa yang terjadi dapat menghasilkan tsunami atau tidak  adalah bagian lain? Ada memang Gempa–gempa bumi di dasar laut yang besar. Tapi tidak selalu gempa di laut yang besar mengakibatkan tsunami. Dengan kejadian di Jawa Barat kemaren itu, menandakan bahwa semua pantai yang berhadapan dengan zone tumbukan dua lempeng itu, menjadi sangat tidak aman. Memang di Jawa Barat bagian selatan itu, dari tahun 1800-an tidak pernah terjadi tsunami, namun dengan kejadian seperti tsunami kemaren. Jelas bahwa semua pantai-pantai, misal di Jawa Barat bagian selatan, sampai Jawa bagian Timur. Pulau Bali, Nusa Tenggara, merupakan daerah-daerah yang harus diwaspadai. Termasuk Flores bagian Utara. Ada pula patahan sebelah utara  kepulauan Nusa Tenggara,  harus dicurigai dan diwaspadai. Sebab setiap saat bisa terjadi tsunami seperti yang terjadi di Jawa Bagian Selatan.


Kejadian ini sepertinya berturut-turut, diawali gempa terjadi di Aceh, Yogya, kemudian di Pantai Selatan Jawa. Apakah kejadian ini saling berhubungan?


Kejadian yang diawali dari jalur Aceh Utara, lalu ke Mentawai, kemudian Nias selanjutnya Jawa bagian Selatan. Memang ini ada hubungannya karena tumbukan lempeng Indo Australia dengan Eurasia. Di Yogya sistemnya lain, sebab memang tidak rata karena semacam ada patahan di darat yang namanya Opak.

Sedangkan di Selatan Jawa, sistemnya sama dengan di Aceh, diawali dari utara Aceh, kemudian turun ke arah Selatan sampai Pantai Selatan, memang ini satu sistem, hingga Bali dan Nusa Tenggara.


Kalau melihat Aceh dan Pantai Selatan merupakan satu sistem, apakah ada peluang bisa terjadi tempat lain?


Dalam kondisi seperti ini mengapa tidak? Walau dalam hati saya berandai-andai semoga tidak terjadi, tetapi kondisi alam jelas akan mengatakan lain. Sebagai contoh waktu terjadi di Aceh. Kejadian berawal dari jalur Aceh Utara, kemudian turun ke  Nias lalu ke Mentawai, dan berhenti di Bengkulu, sebab di Bengkulu sudah pernah terjadi tahun 2000. Kemudian sekarang muncul lagi di Pantai Selatan Jawa Barat, ini merupakan rangkain yang sama sistemnya. Saya berandai-andai dalam hati saya jangan sampai mengarah ke Timur, walaupun dalam logika saya mengatakan, itu mungkin dapat terjadi. Di Timur misalnya pernah terjadi di Pantai Pancer, lokasinya terdapat diantara perbatasan Banyuwangi dan Bali. Rencana kita tahun 2006 ini, bersama teman-teman dari BMG dan sebagainya, kita akan mengadakan latihan tsunami, secara besar-besaran di Bali. Karena daerah itu sudah termasuk daerah yang potensinya sama dengan pantai-pantai lain di Selatan  Indonesia.


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!

PrintPrint
KirimKirim
Print PDFCetak PDF
ArsipArsip
RSSRSS

Iklan Mini CyberMQ
Tas,Dompet. (Home Industri)
Menerima Pesanan dan makloon; Tas,Dompet.Dll.Tinggal Hubungi Aja.Atau SMS 022.77888079 ,wandy,
Facebook kembali berbagi $$ ayo klik
Facebook kembali mengeluarkan aplikasi survey dan bagi sahabat sahabat yang join ikut menyukainya akan mendapatkan Dollar gratis cukup menjadi penggemar saja,Sani Muhmad Ramdan,08180214081
Mari Belajar Investasi
belajar berinvestasi bersama bossyana, klik di link bossyana on the web ya, ditunggu :),Dadan Rusmawan,085624555391
Sambil Ngabuburit Cari Jodoh Yuk
Ayo gabung disini tempat berbagi ilmu,motivasi dan solusi serta diskusi seputar pernikahaan,Sani Muhmad Ramdan,081802114081
T-SHIRT MENYAMPAIKAN FULL COLOR
Tujuan: Kaos ayahara.cybermq.com BERDAKWAH TANPA CERAMAH, "Menyampaikan Walau Satu Ayat" DESAIN: TAARUF, RAMADHAN, AKHIRAT LEBIH BAIK DARI DUNIA FANA, DSB,Mr Anas Ayahara,021 993 67 327
Pasang Iklan Disini