Demam Piala Dunia telah melanda sebagaian masyarakat kita. Tentunya menjadi tontonan yang menarik bagi penikmat bola yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta. Namun hal tersebut harus disikapi oleh dunia persepakbolaan kita sebagai pelajaran berharga. Betapa herannya kita melihat dari 32 peserta Piala Dunia kali ini, terdapat negara yang sebelumnya tidak diperhitungkan berlaga di ajang bergengsi dengan mempertaruhkan nama bak negaranya bisa lolos.
Terkait hal itu, Reporter CyberMQ, Fiqi Fauzi berhasil mewawancarai Rd. Aang Kusmayatna Kusumadinata. Pria ramah yang lebih biasa disapa Kang Ibing ini, merupakan seniman yang hingga saat ini masih eksis dengan profesinya meski usia sudah tidak muda lagi. Disamping menjalankan profesi yang sudah lama digelutinya, kini mantan personel D'Bodors ini dikenal sebagai mubaligh. Berikut petikan wawancaranya :
Bagaimana Dampak Piala Dunia bagi masyarakat ?
Kita bisa melihatnya dari berbagai segi, dari segi lain barangkali dapat sebagai hiburan pelepas stres, jika kita telah lelah ditambah lagi harus memikirkan ekonomi, anak sekolah, biaya hidup, dan sibuk dalam pekerjaan. Dengan hadirnya suguhan Piala Dunia tentu saja sangat bermanfaat apalagi menontonnya dengan gratis tanpa mengeluarkan ongkos ke Jerman. Saat berlangsung pertandingan kita kuat begadang, besoknya kita mengantuk, sehingga produktifitas kerja turun.
Efek Piala Dunia muncul praktek perjudian, menurut Kang Ibing bagaimana ?
Kalau menurut saya, setiap segala sesuatu ada positif dan negatifnya. Jika sudah sampai titik itu, kita sebut, segi negatifnya. Jadi jangan sampai hiburan yang sedemikian rupa menjadi ajang perjudian.
Dalam setiap kejuaran sepakbola dunia Indonesia menjadi penonton terus, apakah ada yang salah ?
Sebetulnya, gak usah berkecil hati, memang kita sekarang menjadi penonton. Namun, jika dalam pertandingan bulutangkis, ingat negara-negara Eropa menjadi penonton. Bagaimanapun juga Indonesia harus di akui layaknya peserta Piala Dunia.
Intinya kita harus bangga ?
Oh.... tentu kita harus bangga. Boleh jadi saat pertandingan sepakbola kita jadi penonton. Namun dalam pertandingan bulutangkis, mereka lalajo (menonton) Indonesia. Mereka leutik (kecil) di bandingkan Indonesia, bolehkan kita bangga.
Bagaimana Dengan Prestasi Sepakbola Indonesia ?
Prestasi sepak bola Indonesia harus dicari apa penyebabnya. Barangkali bisa jadi alasan dengan melihat postur tubuh, tetapi bagaimanapun pemain Brazil yang posturnya pendek, tetap saja jago. Saya kira perlu penanganan khusus meski banyak pendukung. Tapi bagaimanapun kulitasnya sepakbola kita baru melawan Thailand saja sudah kalah.
Kita pernah mendengar PSSI Primavera yang cukup bagus out putnya, apakah harus seperti itu ?
Masih banyak bibit-bibit yang bagus di Indonesia, kalau perlu sekolahkan mereka ke luar negeri. Layaknya kita kita mengirimkan spesialisasi teknik, dokter di sekolahkan ke Amerika, Rusia, dan Jepang.
Lamun kitu mah sakolakeun (kalau begitu itu sekolahkan saja 11 pemain kita ke 11 negara). Hasilnya gimana nanti ? Masa di sekolahkan ke luar negeri tetap saja kemampuannya seperti sekarang. Misalnya ada yang disekolahkan ke Brazil, piraku teu aya tapak-tapakna pisan (masak tidak ada bekasnya sedikit pun ?) (red/fzyqn)
|
Tas,Dompet. (Home Industri)
Menerima Pesanan dan makloon; Tas,Dompet.Dll.Tinggal Hubungi Aja.Atau SMS 022.77888079 ,wandy, |
|
Facebook kembali berbagi $$ ayo klik
Facebook kembali mengeluarkan aplikasi survey dan bagi sahabat sahabat yang join ikut menyukainya akan mendapatkan Dollar gratis cukup menjadi penggemar saja,Sani Muhmad Ramdan,08180214081 |
|
Mari Belajar Investasi
belajar berinvestasi bersama bossyana, klik di link bossyana on the web ya, ditunggu :),Dadan Rusmawan,085624555391 |
|
Sambil Ngabuburit Cari Jodoh Yuk
Ayo gabung disini tempat berbagi ilmu,motivasi dan solusi serta diskusi seputar pernikahaan,Sani Muhmad Ramdan,081802114081 |
|
T-SHIRT MENYAMPAIKAN FULL COLOR
Tujuan: Kaos ayahara.cybermq.com BERDAKWAH TANPA CERAMAH, "Menyampaikan Walau Satu Ayat" DESAIN: TAARUF, RAMADHAN, AKHIRAT LEBIH BAIK DARI DUNIA FANA, DSB,Mr Anas Ayahara,021 993 67 327 |
| Pasang Iklan Disini |