Idul Adha kerap kita lalui tiap tahun, namun bagi seorang muslim momen tersebut harus dijadikan sarana instrospeksi dan merenungkanm kembali perjalanan Nabi Ibrahim dalam menancapkan tauhidnya kepada keluarganya. Kita berharap sampai akhir hayat dapat memiliki tauhid yang kokoh dan konsisten.
Terkait hal itu, reporter CyberMQ, Fiqi Fauzi berkesempatan mewawancarai Aminudin Shaleh yang merupakan penggagas Metode Taqua (Tafhimul Quran) merupakan metode memahami bahasa Arab dengan pendekatan baru. Berikut petikan wawancaranya :
Bagaimana seharusnya mensikapi Idul Adha ?
Sekarang ini sangat tepat, karena Idul Adha terjadi di awal tahun baru. Sehingga kita perlu mengadakan instrospeksi. Seperti yang diterangklan dalam Al-Quran salah satu yang paling pokok diantaranya. Pendidikan yang ditanamkan Nabi Ibrahin kepada puteranya Ismail, sehingga Ismail seorang anak yang masih remaja mau disembelih oleh bapaknya. Padahal kita tau disembelih itu sakit, tapi Ismail rela disembelih. Nah... ini tidak lepas dari segi pendidikan ayah dan ibunya. Kenapa beliau demikian ? karena keduanya, baik bapak maupun anaknya memiliki tauhid yang kuat. Dengan tauhid yang kuat keduanya rela mengorbankan apa saja termasuk dirinya demi melaksanakan tauhid kepada Allah.
Saya kira zaman sekarang kita harus mengikuti pendidikan yang ditanamkan Nabi Ibrahim yaitu mendidik anak-anak kita dengan tauhid yang kuat dan konsisten kepada tauhid. Kita harus ingat yang namanya tauhid bukan rukun iman, atau bukan cuma percaya sifat-sifat Allah. Tauhid adalah konsisten dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya, termasuk dalam segala-galanya. Harus diingat pula, jangan sampai tauhid hanya untuk persiapan di akhirat nanti. Sebetulnya dengan bertauhid akan jaya dunia, jaya akhirat pula. Contohnya, kisah Nabi Ibrahim dengan bertauhid yang kuat sampai akhirnya putra-putra beliau menjadi para nabi. Negaranya menjadi baldatun tayyibatun wa rabbun ghafuur. Sebagaimana kita lihat sekarang kota Makkah yang asalnya gersang kini menjadi subur makmur. Hal itu Berkat doa Nabi Ibrahim yang dikabulkan Allah karena bertauhid secara murni dan dan konsekuen.
Bagaimana Nabi Ibrahim mendidik Anaknya ?
Nabi Ibrahim mendidik anaknya dengan di pesantrenkan. Nabi Ibrahim tinggal di Palestina, tapi oleh beliau, anaknya ini disingkirkan ke pesantren. Pesantrennya di lingkungan Masjidil Haram yang sekarang dinamakan Hijr Ismail dan sebagai gurunya tidak lain ibunya sendiri, Siti Hajar. Kita melihat ternyata dengan di pesantrenkan berhasil. Kita mendidik anak pun harus mengikuti Nabi Ibrahim, selain menyekolahkan untuk kebutuhan duniawi, tidak lupa mendekatkan anak dengan pendidikan agama. Nabi ibrahim mempesantrenkan anaknya sangat jauh dari tempat tinggalnya. Dari Palestina sampai ke lembah Mekah, jaraknya mencapai ribuan kilo meter. Jika tauhid ini ditanamkan, insya Allah negara kita akan beres. Tauhid ini berpengaruh pula kepada akhlaknya. Dalam surat Al-Furqan dijelaskan seorang yang bertauhid kuat tidak mungkin berperilaku menyimpang, korupsi pun akan hilang. Dalam hadits dijelaskan tidak ada agama bagi orang yang tidak amanah. Jadi memperbaiki akhlak dengan moral semu, tapi harus diikuti dengan tauhid yang kuat
Mengapa Umat Islam belum bersatu padu ?
Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan bahwa kebaikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan dengan kejahatan yang terorganiasir. Saya kira ada harta karun yang tersembunyi pada umat Islam, yaitu zakat. Jika zakat dan shadaqah dikumpulkan akan sangat banyak. Masjid di Indonesia sekitar Rp.1 juta. Jika per masjid memiliki dana Rp.1 juta, maka tiap bulan dana sosial umat islam sekitar Rp. 1 trilyun tiap bulan. Sehingga negara kita akan kuat. Mana contohnya ? Kita lihat Turki, yang sebelumnya diejek sebagai negara Eropa yang lemah karena banyak orang islamnya.
Sekarang Turki mulai kuat, Perdana Menteri sekarang diusung oleh partai Islam diancam dan akan ditangkap oleh kelompok sekuler. Namun, muslim Turki mempersilahkan menangkap perdana menterinya, tapi dengan syarat aset-aset umat Islam di pemerintahan akan diambil. Mereka tidak berani, karena 70 % kekayaaan Turki adalah aset umat islam. Maka pemerintahan pun akan lumpuh jika asetnya diambil. Saya kira IMF saja tidak akan berani mengobrak-abrik negara Islam.
Makna Idul Adha dalam perspektif sosial ?
Bagi manusia banyak keuntungannya. Dengan banyaknya umat islam naik haji, mendorong orang menjadi kaya. Akibatnya, umat Islam mampu membeli binatang yang berimbas pada peningkatan sosial ekonomi peternak. Saya yakin setiap Idul Adha orang memerlukan jutaan binatang yang akan disembelih. Peluang Ini dapat meningkatkan sosial ekonomi umat islam, jangan sampai bintangnya dibeli dari orang lain. Jika umat islam diberdayakan untuk memelihara dan mengembangkan peternakan akan lebih bermanfaat. (red/fzyqn)
|
Jasa TokoOnline Murah untuk UKM & Pemula
Untuk UKM & pemula yang ingin berjualan secara online, manfaatkan Jasa kami untuk membuat Toko Online Siap Pakai, harga murah, klik http://perbisite.com,Sani Muhmad Ramdan, |
|
Tas,Dompet. (Home Industri)
Menerima Pesanan dan makloon; Tas,Dompet.Dll.Tinggal Hubungi Aja.Atau SMS 022.77888079,wandy, |
|
Promo Bikin Toko Online Murah
Anda Mempunyai Usaha? Mau di Online kan? Kami Bantu dan Beri subsidi, Jasa Buat Toko Online Murah Cuma Rp.350 Ribu Cocok untuk Pemula, Mudah digunakannya,Sani Muhmad Ramdan,081802114081 |
|
T-SHIRT MOTIVASI UNIK ISLAMI
Miliki T-Shirt Sablon FULL COLOR. Seri Ramadhan dan ZAKAT Kunjungi dan Lihat-lihat dulu saja ,Mr Anas Ayahara, |
|
Bikin Toko Online Murah Untuk Pemula dan UKM
Promo Murah Bikin Toko Online untuk Pemula dan Para Pelaku UKM Selama Bulan Juli-Agustus 2010, Mudah Penggunaannya Murah Harganya Bahkan Untuk Pemula dan Gaptek,Sani Muhmad Ramdan,02291897338 |
| Pasang Iklan Disini |