Dr. K.H. Didin Hafiduddin, M.Sc, Lahir di Bogor 21 Oktober 1951. Didin Lebih dikenal sebagai akademis yang ustadz. Berbagai kesibukan dijalaninya, mulai dari staf pengajar di Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Ibnu Khaldun, hingga Universitas Islam Negeri Jakarta yang dulu bernama Institut Agama Islam Negeri Syarif Hidayatuillah. Bapak 5 anak ini sempat menjadi kandidat Presiden RI yang diusung oleh Partai Keadilan.
Berkenaan segera datangnya bulan Ramadhan, yang banyak dinantikan oleh kaum muslimin, reporter CyberMQ, Fiqi Fauzi berkesempatan melakukan wawancara dengan KH. Didin Hafiduddin, disela-sela kesibukannya. Berikut petikan wawancaranya :
Apa yang harus kita persiapkan untuk menghadapi bulan Ramadhan ?
Ada beberapa hal yang harus kita persiapkan. Pertama, keilmuan kita perlu ditingkatkan kembali. Ilmu yang berkaitan dengan shaum, apa saja yang harus kita lakukan, apa yang tidak boleh kita lakukan, apa saja yang membatalkan nilai puasa, namun bukan yang membatalkan puasanya tapi yang membatalkan nilainya, pahala, kemudian apa saja yang sangat dianjurkan sunnah. Kedua, persiapan mental. Kita secara mental harus mengkondisikan diri kita dan keluarga kita, bahwa Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Secara mental harus menyambutnya dengan gembira, senang. Suasana menyenangkan harus ditumbuhkan di keluarga dan lingkungan kita. Ketiga, persiapan jasmani supaya kita sehat dalam melaksanakan ibadah shaum. Apalagi kita malam harinya diperintahkan banyak beribadah kepada Allah SWT.
Kita sering melihat di awal Ramadhan biasanya penuh, namun selanjutnya kosong ?
Itu kebiasaan yang harus kita perbaiki. Artinya seolah-olah justru semakin kesana, semakin meningkat pelaksanaan ibadah kita. Nah... ini juga kesan-kesan semacam ini perlu kita luruskan. Jadi saya kira awalnya adalah kunci pembuka untuk kemudian kita tingkatkan hari-hari berikutnya supaya semakin meningkat.
Bagaimana bertempur melawan hawa nafsu ?
Hawa nafsu ini selalu ingin mengendalikan dan menguasai kita. Nafsu makan yang berlebih-lebihan, nafsu syahwat yang berlebihan, atau mencintai sesuatu secara berlebihan. Memang kecintaan pada materi itu sunnatullah yang ada pada setiap manusia. Tapi ketika dikendalilkan dengan nafsu, kita akan berlebihan mencintai materi itu. Kita akan korupsi dan segala macam usaha untuk mendapatkan barang yang kita inginkan kepada jabatan yang berlebih-lebihan, sehingga apapun jabatan itu dicari oleh kita kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan diri dan keluarganya. Itu kecintaan yang berlebih-lebihan. Demikian pula kebencian yang berlebih-lebihan itu merupakan kebencian atas hawa nafsu. Kita membenci seseorang bukan karena Allah, iri, dengki, hasad. Dalam ibadah shaum itu kita mencoba mengendalikan nafsu kita. Jika tidak maka nafsu kita akan dikendalikan yang akhirnya membahayakan pada kehidupan kita
Memasuki Ramadhan belum punya bekal, efektiflkah ?
Yang terbaik sebelum datang bulan suci Ramadhan kita sudah mempersiapkan segala perbekalan. Bayangkan, Rasulullah sudah berdoa agar bisa betemu dengan ramadhan sejak bulan Rajab. Allahumma baarik lanaa fii rojaba wa sya'bana wa ballighna fi romadhon. Ini menggambarkan bahwa datangnya bulan ramadhan harus dipersiapkan sebaik-baiknya.
Ada Anekdot, ramadhan bulan kontra produktif ?
Saya kira itu karena kesalahan kita. Kita tidak memahami Ramadhan seolah-olah bulan penuh istirahat, bulan yang tidak produktif. Padahal Ramadhan merupakan bulan yang produktif. Semua peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah islam terjadi pada bulan Ramadhan. Nuzulul Quran, perang Badar. Futuh Makkah, Umar Bin Khatab menaklukan Palestina, dan bahkam kemerdekaan kita terjadi pada bulan Ramadhan. Peristiwa ini mencerminkan bahwa Bulan Ramadhan adalah bulan produktif yang sangat monumental dalam melakukan berbagi aktifitas.
Bagaimana caranya membawa nilai Ramadhan ke bulan-bulan berikutnya ?
Kita lakukan Ramadhan dengan baik, tidak perlu berlebih-lebihan. Misalnya, jika kita bangun malam jam 3, jangan dari jam 1 kita sudah bangun. Akhirnya begitu selesai ramadhan, kita butuh istirahat panjang, baru pada malam kedua kita sudah kesiangan.
Prestasi sahabat pada Bulan Ramadhan ?
Para sahabat memanfaatkan Ramadhan sebagai bulan infak, bulan peningkatan kegiatan dakwah, bulan kegiatan komunikasi, bulan membangun keluarga sakinah. Itu yang dilakukan oleh para sabahat. Jadi terus menerus membina diri, atau sebagai bulan tarbiyah.
Makna Ramadhan bagi negara kita ?
Seharusnya Ramadhan ini dipergunakan sebaik-baiknya oleh para pemimpin kita untuk instrospeksi, dan muhasabah supaya bangsa kita tidak terus menerus dirundung berbagai macam musibah. Musibah datang akibat kesalahan kita, kita berpaling dari ketentuan Allah. Oleh karena itu harus dijadikan sebagai momentum melakukan muhasabah secara massal. (red/fzyqn)
|
Bisnis Online Pemula
Mau Belajar Bisnis Online dan Punya Web Site dengan Domain Murah dan Hosting Gratis Komisi 100% Plus Autoresponder yang Gratis?? Dapatkan Panduanya disini ,Sani Muhmad Ramdan,02291897338 |
|
unek unek cyberndut
kunjungi blogku ya........,muh handry wahyudi, |
|
bisnis keagenan pulsa DBS
assalamualaikum.....saya mw memperkenalkan bisnis online yang bisa dipertanggungjawabkan silahkan kunjungi http://www.aktivasidbs.com/?id=handry,muh handry wahyudi,081354317089 |
|
Cocok Untuk Pemula
Dapatkan Panduan Buat Website serta Rahasia Membeli Domain murah dengan Komisi 100% Cocok Untuk Pemula klik www.domainmurahku.com 022 91897338 ,Sani Muhmad Ramdan,622291897338 |
|
SALES MOTORIS
Assalamu’alaikum wr wb, Kami supplier Jahe Merah Amanah sedang membutuhkan sales motoris.Fasilitas GAPOK, INSENTIF, UANG MAKAN. Hubungi : 022 9350 5421,ZULFA ,022 9350 5421 |
| Pasang Iklan Disini |