Adian Husaini MA, lahir 17 Desember 1965. Bapak 6 anak ini mempunyai latar belakang pendidikan Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB). Namun, kegigihan dan ketidak puasan mendalami ilmu Islam membuat Adian menyempatkan waktunya mencari ilmu di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta. Saat ini mantan Sekjen Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) menjadi Direktur Institute for the Study of Islamic Thought dan Civilization (Insist). Pendidikan Terakhir beliau di S-3 International Institute of Islamic Thought (ISTAC), Kuala Lumpur.
Berkenaan dengan Hari Perdamaian Dunia yang di peringati setiap tanggl 21 September , reporter CyberMQ, Fiqi Fauzi berkesempatan melakukan wawancara dengan Adian Husaini, disela-sela kesibukannya. Berikut petikan wawancaranya :
Kondisi negara kita seperti apa ?
Kita relatif damai, kita tidak ada perang antar negara. Namun, kondisi kita masih ada potensi kerawanan konflik yang tinggi terutama dari sudut kesenjangan sosial. Potensi kerawanan kesenjangan sosial jika tidak ditangani dengan hati-hati dan tidak bisa diatasi memicu konflik yang sangat memuncak. Menurut saya, jika dilihat dari segi qalbu sekarang ini kita tidak damai. Kita melihat keserakahan, kerakusan, kekerasan, kesadisan, kebiadaban, kedzaliman, ketidak adilan merebak. Situasi tersebut sangat jauh dari makna damai yang sejati menurut Islam.
Latar belakang konflk ?
Latar belakangnya berawal dari ketidak adilan. Perasaan diperlakukan tidak adil ini memicu orang berbuat anarkis. Jika melihat akarnya memang bermuara dari sana. Namun, terdapat faktor lain seperti adanya dukungan dari luar, serta situasi eksternal yang memungkinkan lahirnya faktor tersebut berkembang. Saat kasus Timor Timur mencuat, berawal dari sebuah ketidakpuasan. Pemerintah kita tidak bisa mengatasinya, kemudian mereka mendapat dukungan internasional jadi mereka semakin kuat.
Bagaimana prospek perdamaian dengan GAM ?
Saya tidak mengikuti dengan seksama, saya berharap mudah-mudahan ada upaya terbaik bagi saudara kita di Aceh. Jangan sampai Aceh berpisah dengan Indonesia. Bagaimana pun Aceh ini titik awak perkembangan Islam di Indonesia. Secara historis, kerajaan Islam pertama di Indonesia adalam Samudera Pasai berada di Aceh.
Latar belakang banyak tindak kriminal ?
Faktornya saya kira adalah krisis moral, dan kepercayaan. Orang tidak percaya lagi pada hukum, pada aparat hukum. Kemudian datang krisis ekonomi yang ikut menambah penderitaan rakyat. Menurut saya yang paling prinsip adalah krisis dalam keimanan. Akar dari masalah adalah krisis keimanan yang sangat lekat dengan krisis ekonomi. Dalam hadits dikatakan Kefakiran lebih mendekati kepada kekufuran.
Bagaimana prospek perdamaian Palestina ?
Itu baru detik sangat awal, tapi masih jauh sebenarnya karena masalah utama di Palestina selama ini paling sulit dan paling rumit adalah masalah penyelesaian Yerusalem. Masalah Gaza dari dulu itu tidak terlalu berat, karena itu memang masuk wilayah Palestina yang oleh PBB sendiri wilayah itu harus diserahkan kepada Palestina. Israel itu menjadi anggota PBB, mereka sudah mencaplok sekitar 80 persen wilayah Palestina. lebih parahnya hal itu disyahkan oleh PBB. Adapun Jalur Gaza dan Tepi Barat hanya sekitar 20 persen dari wilayah Palestina. Jalur Gaza itu tidak terlau bermasalah, namun hal yang paling krusial adalah masalah Yerusalem. Itu yang belum dibicarakan sama sekali. Palestina menuntut berdiri negara yang merdeka dengan ibukota Yerusalem Timur. Upaya tersebut ditentang oleh Yahudi Ortodox dan Fundamentalis yang menganggap Yerusalem sebagai kota suci mereka. Pengakuan ini dikuatkan dengan adanya Haekal Sulaiman berada di bawah Masjid Al-Aqsha yang mempunyai nilai-nilai keagamaan bagi mereka. Dari dulu kelompok Yahudi Ortodox dan Fundamentalis menjadi penentang paling keras terhadap upaya Palestina menjadi negera merdeka.
Peran Indonesia mengatasi Konflik Palestina ?
Kadang-kadang saya heran, Indonesia memang sulit berperan di Palestina. Di dalam negeri sajalah pemerintah kita berperan memakmurkan rakyatnya. Jika mau mengatasi Palestina, itu bagian dari diplomasi, tapi tidak perlu seolah-olah kita mau membantu. Intinya kita tidak melakukan hubungan apapun dengan Israel. Saya sendiri kaget mengapa pemerintah bertemu Israel untuk menyelesaikan masalah Palestina. Tugas Departemen Luar negeri kita yang utama adalah bagaimana membangun citra Indonesia di Luar negeri, sehingga menjadi negera yang mempunyai wibawa. Tapi tidak maslah jika Indonesia bisa berperan menyelesaikan Palestina. Menurut saya prioritas pemerintah kita adalah mengatasi bidang ekonomi kita yang semakin terpuruk. Meski masalah Pales
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!
Print
Kirim
Cetak PDF
Arsip
RSS
unek unek cyberndut
Data office kamu kehapus ama virus.......gini nih cara ngembaliinnya........,muh handry wahyudi,
Home Industri
Menerima Pesanan dan makloon; Tas,Dompet.Dll.Tingal hubungi aja. 022.77888079 - 022.91386631.atau www.hdht_tas.cybermq.com ,Wandy,
unek unek cyberndut
pengen dpetin buku gratis,tp gak tw caranya....:(
coba aja dengan cara ini......kunjungi blog www.unekcyberndut.blogspot.com,muh handry wahyudi,
Investasi Mudah Tanpa Cari Downline
Di Prima-Syariah.com mendapatkan Pasive Income Senilai Rp.1.180.000,- Secara gampang dalam jangka waktu kurang dari 1 Bulan, hanya dengan Modal Rp.200.000,-,Sani Muhmad Ramdan,
bisnis keagenan pulsa DBS
pengen punya usaha sendiri???coba deh kunjungi situs ini siapa tau aja cocok....http://www.aktivasidbs.com/?id=handry,muh handry wahyudi,081354317089
Pasang Iklan Disini