dr. Kunkun K Wiramihardja, dipl. nutr adalah nama yang tidak asing lagi dikalangan masyarakat dan pemerhati masalah gizi. Diantara banyak ahli gizi di Indonesia, Pak Dokter yang santun dan shalih ini dapat dikategorikan sebagai pakar senior. Tak pelak lagi, dalam setiap seminar seputar masalah kesehatan dan gizi, dokter yang juga pengajar pada Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran ini banyak didapuk untuk menjadi pembicara.
Disela-sela kesibukan praktek dan jadwal kegiatannya yang padat, peraih gelar diploma ahli nutrisi dari Universitas Indonesia ini mengasuh kolom konsultasi gizi di majalah Percikan Iman. Kolom yang sudah memiliki banyak pembaca khusus itu, membuat Pak Dokter yang telah berpraktek sejak tahun 1968 ini menjadi favorit dikalangan remaja dan ibu rumahtangga, yang selalu ingin tampil menarik dengan cara mengatur pola makan sehat.
Berkaitan dengan ditemukannya banyak kasus kuasiokor (busung lapar) di Indonesia, wartawan cyberMQ, Fiqi Fauzi, berhasil mewawancarai beliau. Berikut hasil wawancaranya :
Pak Dokter, akhir-akhir ini banyak ditemukan kejadian busung lapar. Sebenarnya apa busung lapar itu ?
Busung lapar adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan zat gizi, yang berasal dari makanan dalam jangka waktu panjang. Gejala yang muncul adalah terjadi bengkak di daerah kaki, perut kembung penuh dengan air, tangan kurus, muka kurus, tapi perut semakin buncit. Buncitnya bukan karena asupan makanan, tetapi justru karena banyak diisi air. Ini mengindikasikan kekurangan gizi dalam tingkat yang berat.
Yang biasa terjangkiti siapa, apakah anak-anak saja ?
Bisa terjadi pada semua individu. Jika kasus busung lapar banyak ditemukan dalam masyarakat, itu menandakan akses keseluruhan rumah tangga terhadap makanan betul-betul memprihatinkan. Semua individu bisa terjangkiti penyakit ini. Hanya yang paling sensitif adalah balita. Balita itu paling rentan terkena penyakit ini. Pada balita cepat sekali terlihat gejal-gejalanya. Tetapi, ciri yang muncul menandakah bahwa penyakitnya kronis, dan berarti ia sudah lama menderita penyakit tersebut. Golongan balita memang paling rentan kekurangan energi dan protein.
Pandangan Dokter terhadap busung lapar di indonesia seperti apa ?
Pada tahun 1960 - 1980 banyak masyarakat, khususnya anak-anak yang kekurangan gizi. Masalahnya ada yang ringan, sedang dan berat. Tingkat ringan, anak kelihatan kurus, pertumbuhan terganggu, berat badan tidak sesuai dengan KMS (Kartu Menuju Sehat). Tingkat sedang lebih berat. Pertumbuhannya betul-betul terganggu. Dan pada tingkat berat, tingkat yang serius, seiring dengan perbaikan ekonomi, membaik juga gizi yang bisa diberikan. Sekarang, tiba-tiba malah terjadi ledakan seperti ini.
Kalau masyarakat sampai kekurangan pangan dalam tingkat berat hanya ada dua penyebab. Dia tak bisa makan karena penyakitnya atau karena sangat kekurangan pangan. Tapi dalam kejadian busung lapar saat ini, faktor kedualah yang lebih berpengaruh. Masalahnya bukan ada di individu lagi, tapi di masyarakat. Masyarakat sudah benar-benar miskin. Maka problem busung lapar saat ini sudah bukan problem individual, kasus ini bisa digolongkan problem komunitas. Sepanjang pengamatan saya, masyarakat umumnya akan mendahulukan makanan. Daya beli mereka yang rendah untuk mencukupi kebutuhan pangan, berarti kendalanya ada pada aspek ekonomi.
Sudah berapa lama penyakit ini ada di indonesia ?
Sejak saya jadi dokter tahun 1968 sudah jadi masalah. Makin lama makin berat, kemudian berangsur berkurang. Lalu timbul masalah lain, yaitu kelebihan gizi, kelebihan berat badan dan kelebihan kolesterol. Indikator negara miskin adalah bila tingkat gizi masyarakatnya kurang. Ini peringatan bahwa indonesia tidak bisa mengatakan dirinya kaya. Disinilah kepedulian masyarakat harus dilihat. Disatu pihak ada orang yang bergizi lebih, dipihak lain ada orang yang kekurangan gizi.
Kekurangan gizi adalah masalah yang sangat serius. Daya tahan tubuh berkurang, mudah sekali terjangkit penyakit infeksi, bahkan tingkat kecerdasanpun akan jauh tertinggal. Jika ini kita biarkan, maka generasi yang akan datang adalah generasi yang rendah usia hidupnya. Jikalau hiduppun, mereka akan hidup dalam kondisi tubuh kecil, tidak tinggi, kurus dan bodoh. Jadilah masalah kekurangan gizi ini masalah bangsa, masalah kita semua. Jika pemerintah tidak turun tangan, maka kita harus mengentaskannya bersama-sama.
Upaya pemerintah sudah efektif, Pak Dokter ?
Saya tidak mau mengkiritisi itu. Kita lihat saja kenyataannya, koq seperti ini. Berarti kita set back mundur ke zaman dulu. Semoga pemerintah cepat tanggap dan tahu betul apa yang mesti dilakukannya.
Hidup sehat menurut Pak Dokter ?
Hidup sehat dicirikan dengan keteraturan makan, makanan cukup kandungan zat gizinya. Tidak berlebihan, tidak kurang, tapi sesuai. Aktivitas fisik harus berjalan dengan baik, tidak sekedar banyak duduk. Pokoknya hidup sehat itu berarti makan serba cukup, tapi tidak melampaui batas. Batas itu ada 2 : batas maksimum dan batas minimum. Batas maksimum tidak dilampaui, batas minimum tidak dibawah itu. (red/aea)
|
Facebook kembali berbagi $$ ayo klik
Facebook kembali mengeluarkan aplikasi survey dan bagi sahabat sahabat yang join ikut menyukainya akan mendapatkan Dollar gratis cukup menjadi penggemar saja,Sani Muhmad Ramdan,08180214081 |
|
Mari Belajar Investasi
belajar berinvestasi bersama bossyana, klik di link bossyana on the web ya, ditunggu :),Dadan Rusmawan,085624555391 |
|
Sambil Ngabuburit Cari Jodoh Yuk
Ayo gabung disini tempat berbagi ilmu,motivasi dan solusi serta diskusi seputar pernikahaan,Sani Muhmad Ramdan,081802114081 |
|
T-SHIRT MENYAMPAIKAN FULL COLOR
Tujuan: Kaos ayahara.cybermq.com BERDAKWAH TANPA CERAMAH, "Menyampaikan Walau Satu Ayat" DESAIN: TAARUF, RAMADHAN, AKHIRAT LEBIH BAIK DARI DUNIA FANA, DSB,Mr Anas Ayahara,021 993 67 327 |
|
Jasa TokoOnline Murah untuk UKM & Pemula
Untuk UKM & pemula yang ingin berjualan secara online, manfaatkan Jasa kami untuk membuat Toko Online Siap Pakai, harga murah, klik http://perbisite.com,Sani Muhmad Ramdan, |
| Pasang Iklan Disini |