Lafazh-Iafazh yang di-jar-kan ada tiga macam, yaitu:
Adapun lafazh yang di-jar-kan dengan huruf, seperti halnya yang di-jar-kan oleh min, ilâ, 'an, 'alâ, fî, rubba, ba, kaf, lam dan huruf qasam (sumpah), yaitu: wawu, ba dan ta juga dengan mudz dan mundzu.
Contoh:
= aku telah datang sejak hari Ahad.
Adapun yang di-jar-kan oleh idhafat, seperti perkataan: ![]()
(pelayan Zaid. -Lafazh ghulam adalah mudhaf, sedangkan lafazh Zaid adalah mudhaf ilaih).
Idhafat itu terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
Kata nazhim:
Yang men-jar-kan isim itu ada tiga macam, yaitu: huruf, mudhaf dan lafazh yang mengikuti.
Jar-kanlah dengan mudhaf isim yang menyertainya, seperti perkataan:
(dua orang pembunuh pelayan Zaid, kedua-duanya telah dibunuh lagi).
Lafazh
di-jar-kan oleh lafazh
Mudhaf itu, (adakalanya) dengan memperkirakan makna fî, lam, atau min, seperti perkataan:
(penipuan malam hari. -Taqdirnya adalah:
= penipuan pada malam hari). Atau seperti:
(pelayan Zaid. -Taqdirnya adalah:
= pelayan milik Zaid).
Keterangan Tambahan
Arti idhafat:
atau
Ialah nisbah taqyidiyah (pertalian) antara dua perkara (dua isim) yang menyebabkan isim keduanya berharakat jar.
Contohnya sebagaimana telah dikemukakan di atas.
Idhafat dengan memperkirakan makna min, fî atau lam, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Idhafat dengan memperkirakan makna min, ialah:
Hendaknya mudhaf ilaih-nya sejenis dengan mudhaf-nya.Sebagaimana contoh tadi, yaitu baju sutera = baju itu sejenis dengan sutera; cincin besi = cincin itu sejenis dengan besi; pintu kayu = pintu itu sejenis dengan kayu; dan sebagainya.
2. Idhafat dengan memperkirakan makna fî, ialah:
![]()
Hendaknya mudhaf ilaih-nya menjadi zharaf bagi mudhaf.
Sebagimana contoh tadi, yaitu Penipuan pada malam hari. Malam itu menjadi waktu terjadinya penipuan; atau seperti
= wajib puasa Ramadhan.
Maksudnya: Diwajibkan puasa pada bulan Ramadhan, atau waktu puasa wajib adalah bulan Ramadhan, atau bulan Ramadhan itu menjadi waktu untuk melakukan puasa wajib.
3. Adapun idhafat dengan memperkirakan makna lam, ialah idhafat dengan susunan kalimat selain dengan memperkirakan min atau fî, yaitu seperti: pelayan Zaid (pelayan milik Zaid); buku Ahmad (buku milik Ahmad) dan sebagainya.
Syarat mudhaf ialah:
![]()
Syarat mudhaf ialah hendaknya terbebas dari al ta'rif dan tanwin.
Syarat Mudhaf ilaih ialah :
![]()
Syarat mudhaf ilaih hendaknya memilih antara al ta'rif dan tanwin
|
Facebook kembali berbagi $$ ayo klik
Facebook kembali mengeluarkan aplikasi survey dan bagi sahabat sahabat yang join ikut menyukainya akan mendapatkan Dollar gratis cukup menjadi penggemar saja,Sani Muhmad Ramdan,08180214081 |
|
Mari Belajar Investasi
belajar berinvestasi bersama bossyana, klik di link bossyana on the web ya, ditunggu :),Dadan Rusmawan,085624555391 |
|
Sambil Ngabuburit Cari Jodoh Yuk
Ayo gabung disini tempat berbagi ilmu,motivasi dan solusi serta diskusi seputar pernikahaan,Sani Muhmad Ramdan,081802114081 |
|
T-SHIRT MENYAMPAIKAN FULL COLOR
Tujuan: Kaos ayahara.cybermq.com BERDAKWAH TANPA CERAMAH, "Menyampaikan Walau Satu Ayat" DESAIN: TAARUF, RAMADHAN, AKHIRAT LEBIH BAIK DARI DUNIA FANA, DSB,Mr Anas Ayahara,021 993 67 327 |
|
Jasa TokoOnline Murah untuk UKM & Pemula
Untuk UKM & pemula yang ingin berjualan secara online, manfaatkan Jasa kami untuk membuat Toko Online Siap Pakai, harga murah, klik http://perbisite.com,Sani Muhmad Ramdan, |
| Pasang Iklan Disini |