Al Quran Online
Anda juga bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:
 
Pencarian Ayat Al Quran
Anda juga bisa menggunakan pencarian Alquran tentang sesuatu (contoh: sholat,zakat,puasa) :
 
 
Cari Artikel
Anda juga bisa mencari Artikel Islam di Pustaka kami berdasarkan keyword yang anda cari, silahkan gunakan form pencarian dibawah ini:

Berkaitan:


Hadits Pilihan
"Aku bertanya kepada Rasulullah saw: Dosa apakah yang paling besar menurut Allah? Rasulullah saw. bersabda: Engkau membuat sekutu bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu. Aku berkata: Sungguh, dosa demikian memang besar. Kemudian apa lagi? Beliau menjawab: Engkau membunuh anakmu karena takut miskin. Aku tanya lagi: Kemudian apa? Rasulullah saw. menjawab: Engkau berzina dengan istri tetanggamu"
HR. Abdullah ra

Pustaka CyberMQ
Laa

Ketahuilah, bahwa lâ nafi itu me-nashab-kan isim nakirah (tidak me-nashab-kan isim ma'rifat) tanpa tanwin (dengan syarat):

  1. bilamana lâ bertemu dengan isim nakirah (menjadi isim lâ) dan lafazh lâ tidak berulang-ulang.

    Contoh:

    = tiada seorang laki-laki pun di dalam rumah.

    Maksudnya: Tiada seorang laki-laki pun (meniadakan sama sekali); namanya Lâ linafyil jinsi. Jadi mafhum-nya:

  2. Kalau lâ itu tidak bertemu dengan isim nakirah, maka diwajibkan rafa' (sebab isim nakirah menjadi mubtada yang diakhirkan) dan lâ-nya wajib berulang-ulang, seperti dalam contoh: (di dalam rumah itu tidak ada laki-laki dan tidak ada pula wanita).

    yang 'amal-nya demikian itu, tidak meniadakan sama sekali.

  3. Kalau lâ itu berulang-ulang (serta bertemu dengan isim nakirah), maka dibolehkan mengamalkan lâ (yaitu me-nashab-kan isim nakirah) dan boleh pula membiarkannya (yakni, tidak me-nashab-kan isim nakirah).

Apabila kamu menghendaki, katakanlah (di dalam rumah itu tidak ada laki-laki dan tidak ada pula wanita); dan apabila kamu menghendaki, boleh kamu katakan (dengan memakai harakat dhammah pada lafazh rajulun dan imra'atun-nya).

Kalau lafazh dan di-nashab-kan, maka menjadi isim lâ yang beramal; dan kalau Iafazh di-rafa'-kan, maka menjadi mubtada dan lafazh sebagai khabar-nya, sedangkan lafazh lâ-nya di-ilgha-kan atau dibiarkan dan lafazh di-'athaf-kan kepada

Kata nazhim:

Hukum (ketentuan) lâ sama dengan ketentuan inna dalam hal mengamalkannya, maka nashab-kanlah dengan lâ bila isim nakirah bertemu dengannya. Tetapi bilamana lâ berulang-ulang, maka kamu harus memberlakukan huruf lâ, demikian pula dalam hal mengamalkan atau meng-ilgha-kannya.

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka kalimat tersebut boleh dibaca:

  1. lâ beramal
  2. dengan meng-ilgha-kan
  3. beramal sebagian, dan
  4. di-ilgha-kan sebagian

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!

PrintPrint
KirimKirim
Print PDFCetak PDF
ArsipArsip
RSSRSS

Iklan Mini CyberMQ
Bisnis Online Pemula
Mau Belajar Bisnis Online dan Punya Web Site dengan Domain Murah dan Hosting Gratis Komisi 100% Plus Autoresponder yang Gratis?? Dapatkan Panduanya disini ,Sani Muhmad Ramdan,02291897338
unek unek cyberndut
kunjungi blogku ya........,muh handry wahyudi,
bisnis keagenan pulsa DBS
assalamualaikum.....saya mw memperkenalkan bisnis online yang bisa dipertanggungjawabkan silahkan kunjungi http://www.aktivasidbs.com/?id=handry,muh handry wahyudi,081354317089
Cocok Untuk Pemula
Dapatkan Panduan Buat Website serta Rahasia Membeli Domain murah dengan Komisi 100% Cocok Untuk Pemula klik www.domainmurahku.com 022 91897338 ,Sani Muhmad Ramdan,622291897338
SALES MOTORIS
Assalamu’alaikum wr wb, Kami supplier Jahe Merah Amanah sedang membutuhkan sales motoris.Fasilitas GAPOK, INSENTIF, UANG MAKAN. Hubungi : 022 9350 5421,ZULFA ,022 9350 5421
Pasang Iklan Disini